Olah Raga Muay Thai Ramaikan Subang
Pelatih nasional olahraga Muay Thai, Iwan Said mengatakan perkembangan olah raga Muay Thai senantiasa harus dijaga dengan baik, melihat potensi ditiap daerah cukup besar, salah satunya potensi atlet muda di Subang. “Selama 2 minggu latihan berjalan kami telah menemukan 8 atlet berbakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan peresmian “Sasana Waruga Mandalajati” di Gedung KNPI Subang Jawa Barat, Kamis (3/9/2015). Sasana yang dikelola oleh Lembaga Adat Galuh Pakuan ini merupakan sasana pertama di Subang yang memfasilitasi pemuda-pemudi Subang untuk mengikuti latihan olahraga Muay Thai dan tinju. Diakui oleh Iwan untuk melihat potensi sebenarnya minimal 3 bulan baru bisa kelihatan. Iwan optimis atlet Subang akan mampu menjadi atlet yang “berbicara” di tingkat dunia. Dari 2 minggu latihan dengan 40 atlit, ada 8 orang yang dinilai sebagai bibit unggul. Saat ini pihaknya tengah menata program pembinaan, diantaranya melalui kejuaraan daerah (Kabupaten/Kota dan Provinsi) maupun kejuaraan nasional (Kejurnas). Kegiatan tersebut sudah sering dilaksanakan sebelumnya. “Dalam waktu dekat, sekitar bulan November, kami akan (kembali) menyelenggarakan pertandingan kejuaraan di Cirebon,” ujar Iwan. Dari 11 kelas pertandingan Muay Thai di Asian Games 2013 lalu, Indonesia mendapat kesempatan mengikuti 4 kelas pertandingan yaitu kelas 73 kg (Putra), kelas 55 kg (Putri), kelas 75 kg (Putra) dan 60 kg (Putra). Indonesia berhasil menyabet 1 medali perak dan 3 medali perunggu. “Di penampilan perdana sudah mampu menyabet (medali) perak dan 3 (medali) perunggu,” ujarnya. Peresmian Sasana dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kab Subang, Abdurakhman dengan ditandai pemukulan sansak perdana. Pada kata sambutannya Sekda mendukung keberadaan sasana karena bisa menjadi media mencetak atlet beladiri di Subang. Bagi yang ingin mengikuti kegiatan latihan di “Sasana Waruga Mandalajati” Subang dibuka gratis. “Karena tujuannya untuk mencari potensi-potensi pemuda di sini,” ujar manajer Pelatih, Joni Sabuk. Untuk memajukan prestasi, kata Joni perlu dukungan semua pihak, baik masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya. Tokoh pendidikan Subang, Wawan Herawan atau yang biasa disapa Abah Rengggo, sangat mengapresiasi keberadaan Sasana Waruga Mandalajati. Karena, menurutnya keberadaan sarana pengembangan olahraga beladiri bisa menjadi salah satu pilar penting pengakuan suatu bangsa. “Bangsa-bangsa maju di Asia rata-rata warganya memiliki kemampuan bela diri yang unggul, seperti Jepang, Korea,” ujarnya. Peresmian diisi dengan demo pertandingan Muay Thai olah atlet-atlet Subang serta penampilan seni budaya.