Mengukir Sandal Jepit, Untungnya Lumayan



Di jaman sekarang ini menjadi wiraswasta atau memiliki usaha sendiri tidak mudah, apalagi jika tidak memiliki keahlian maupun modal besar. Namun, tidak bagi Afif pemuda asal Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara. Ia dan beberapa temannya memanfaatkan sandal jepit yang memiliki harga relatif murah menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih dengan mengukirnya menjadi berbagai motif dan gambar. Keuntunganpun ia peroleh dengan menjual sepasang sandal kisaran harga dari Rp. 25.000 hingga Rp. 200.000. Awalnya Afif mendapatkan ide mengukir sandal jepit dari situs youtobe dan ia kembangkan dengan beberapa inovasi, salah satunya membuat ukiran karakter kartun yang diminati anak-anak. Berbekal keahlian membuat tato, Afif dan temannya memulai usaha ini di tahun 2015, tapi sempat bangkrut. “Pertama membuat sandal jepit ukir ini tahun 2015, pada saat itu menjual sandal ke beberapa warga di kampung yang bekerja di Taiwan. Waktu itu pesanannnya cukup banyak bahkan pernah seminggu ada pesanan 500 pasang sandal,” ujarnya ketika menjual produknya di stand Pameran Pembangunan di Lapang Bintang Subang, Rabu (8/8). Afif menceritakan bahwa seiring berjalannya waktu orderan berkurang dan usahanya terhenti di tahun 2016. Namun, karena rasa penasaran ia mencoba kembali membuat sandal jepit ukir dengan motif atau gambar yang lebih menarik dan rapih lagi. Alhasil, ia dan temannya sedikit demi sedikit mendapatkan pesanan kembali. “Alhamdulillah sekarang bisa menjual sandal jepit ukiran di Pameran Pembangunan. Hal itu berkat salah satu orang kecamatan yang memintanya untuk mengisi stand Kecamatan Cipunagara di Pameran,” imbuhnya. Menurutnya, modal yang digunakan hanya sandal jepit dengan harga Rp. 10.000 dan alat untuk mengukir berupa pisau cutter. “Untuk mengerjakan satu pasang sandal dengan motif yang tingkat kerumitannya rendah dibutuhkan waktu sekitar sejam, tapi kalau yang rumit seperti gambar orang bisa seharian,” ungkapnya. Selanjutnya Afif menjelaskan, dipilihnya sandal jepit merk swallow, karena sandal itu memiliki ragam warna yang banyak tidak seperti merk lainnya yang hanya satu warna. “Kalau swallow kan banyak warnanya, kan contohnya kalau buat motif angry bird harus warna merah tidak menarik kalau hanya warna hitam,” imbuhnya. Ia menuturkan dengan usahanya ini dirasakan lumayan untuk menambah penghasilannya selain membuat tato. Ia juga mengungkapkan bahwa kendala yang dirasakan yaitu tidak ada pemasaran produknya. “Mudah-mudahan kedepannya produk ini memiliki pemasaran yang lebih baik, sejauh ini saya dan temen mempromosikannya lewat sosial media, tapi yang pesan tidak banyak hanya teman terdekat,” harapnya. Bagi anda yang berminat membeli sandal jepit ukiran asal Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara Subang ini bisa menghubungi Afif dengan no HP 081934147054.